Breaking News

Hilangkan Migrain Kronis dan Keriput Dengan Suntik Botox


Suntik botox ternyata tak melulu dikenal guna mempercantik diri dan menciptakan tampilan wajah yang lebih muda. Ternyata, perawatan yang satu ini juga disinggung dapat menanggulangi migrain. Lantas, apakah botox benar-benar efektif untuk menolong mengatasi migrain?

Apa tersebut botox?

Botox ialah neurotoxin atau racun yang diciptakan oleh bakteri Clostridium botulinum. Ketika racun tak sengaja dimakan, maka kita akan merasakan keracunan makanan yang menakut-nakuti jiwa atau dikenal dengan nama botulisme.

Namun, saat disuntikkan ke tubuh, racun dapat menutup sinyal kimia tertentu dari saraf sampai akhirnya mengakibatkan kelumpuhan otot sementara.

Meski begitu, suntik botox aman guna tubuh sebab racunnya tidak tercerna di perut dan takaran yang dipakai jauh lebih kecil dikomparasikan dengan andai Anda memakannya. Suntik botox seringkali digunakan untuk menolong menyamarkan keriput sebab membantu merilekskan otot-otot wajah.

Setelah itu, semua peneliti menemukan guna lain botox guna kesehatan seperti menanggulangi kejang leher berulang, mata berkedut, dan kandung kemih yang terlampau aktif.

Benarkah botox dapat menanggulangi migrain?

Migrain ialah serangan sakit kepala berulang yang dibuntuti rasa nyeri yang lumayan parah dan menciptakan pengidapnya menjadi tidak berdaya.

Anda akan menikmati kepala yang berdenyut lumayan intens atau rasa sakit yang lumayan ekstrem laksana dihantam oleh benda keras. Meskipun migrain tidak jarang kali menyerang di antara sisi kepala namun bukan tidak mungkin pun dapat menyerang semua bagian kepala.

Pada tahun 2010, Food and Drugs Administration, Amerika atau setara BPOM di Indonesia mengamini pemakaian onabotulinumtoxinA atau botox A sebagai penyembuhan untuk menanggulangi migrain kronis. Migrain kronis ialah rasa sakit kepala yang hadir secara berulang sekitar 15 hari atau lebih dalam satu bulan.

Lantas, bagaimana botox bekerja untuk menanggulangi migrain? Dikutip dari WebMD, pada berpengalaman meyakini bahwa botox bekerja dengan menutup jalur ekspedisi sinyal rasa sakit ke otak.

Nah, botox berperan sebagai penghalang dengan menghentikan sinyal agar tidak diterima di benak dan kesudahannya Anda tidak merasa sakit. Perawatan migrain dengan suntik botox menolong mengurangi fenomena migrain laksana mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan pun bau.

Bagaimana perawatan botox untuk menanggulangi migrain?

Perlu diingat, teknik ini hanya disarankan untuk orang yang merasakan migrain kronis. Biasanya, dokter bakal meminta kita untuk mengerjakan suntik masing-masing tiga bulan sekali di mula pertemuan. Kemudian, dokter akan menyaksikan respon tubuh terhadap perawatan yang diberikan. Setelah itu, barulah dokter akan menyerahkan rencana perawatan cocok kondisi.

Setiap sesi suntik botox biasanya dilangsungkan selama 10 sampai 15 menit dengan 30 hingga 40 suntikan masing-masing sesinya. Dokter bakal menyuntikkan sejumlah dosis obat ke titik-titik tertentu di sepanjang jembatan hidung, pelipis, dahi, unsur belakang kepala, leher, dan punggung unsur atas.

Setelah kita menerima suntikan botox, dibutuhkan waktu 10 sampai 14 hari guna dapat menikmati efeknya. Namun dalam sejumlah kasus, suntikan kesatu masih belum menyerahkan efek yang dapat Anda rasakan untuk menolong mengurangi rasa sakit dampak migrain.

Pastikan guna membicarakannya ke dokter pada trafik berikutnya.

Efek samping botox untuk menanggulangi migrain
Efek samping yang sangat umum dari suntik botox ialah rasa nyeri dan kaku pada leher di lokasi bekas suntikan. Di samping itu, lemah otot di dekat leher dan bahu atas juga dapat terjadi sampai membuat Anda susah untuk mendirikan kepala. Namun, tidak boleh khawatir, sebab efek samping ini bakal hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari sesudah perawatan.

Dalam permasalahan yang lumayan jarang terjadi, botox dapat menyebar ke lokasi di luar lokasi suntikan. Jika urusan ini terjadi, otot bakal melemah, hadir masalah penglihatan, kendala menelan, dan kelopak mata yang terkulai.

Di samping itu, suntik botox juga dapat menimbulkan reaksi alergi yang ditandai dengan rasa gatal di sekujur tubuh, sesak napas, dan pembengkakan di kaki unsur bawah. Bagi itu, pastikan perawatan yang satu ini dilaksanakan oleh ahlinya.

Ingat, suntik botox untuk keelokan dan menanggulangi migrain ialah dua urusan yang bertolak belakang sehingga dokternya juga berbeda. Pastikan bahwa kita memilih dokter yang berpengalaman dan kawakan dalam suntik botox yang eksklusif untuk menanggulangi migrain.

Tidak ada komentar